Back to Ayo Dukung Pusat Krisis Terpadu untuk perempuan dan anak korban kekerasan RSCM (PKT RSCM)

Karakteristik kepribadian Korban dan Pelaku Kekerasan

Karakteristik kepribadian yang umumnya dimiliki oleh pasangan abuser (korban):

1. adanya kebutuhan yang kronis akan cinta dan perhatian
2. mempunyai harga diri yang rendah dan persepsi yang negatif terhadap diri sendiri
3. adanya ketergantungan terhadap sesuatu (misalnya, pekerjaan, drugs, alkohol, dsb)
4. mempunyai masa lalu yang traumatis karena pernah mengalami penyiksaan emosional, fisik maupun seksual
5. mengalami ketergantungan serius terhadap cinta dan perhatian, atau mempunyai gangguan kepribadian co-dependent
6. ingin selalu merasa dibutuhkan, sehingga marah jika terisolir
7. ingin selalu menjalin ikatan dengan orang lain sebagai sarana memvalidasi identitas dirinya
8. ada kemungkinan mempunyai sejarah orang tua yang alkoholik, abusive atau pun jenis ketergantungan yang lain
9. merasa diri sangat berharga dari sikap menjaga, memelihara dan mengayomi pasangannya yang abusive
10. tidak mampu membangun batasan-batasan antara dirinya sendiri dengan orang lain
11. sulit mengekspresikan kemarahan, dan cenderung malah menyimpannya atau mengeluarkannya dalam sikap dan perilaku tidak produktif
12. setia pada pasangannya yang suka menyiksa
13. punya keyakinan yang klise, bahwa dengan usaha lebih keras saja pasti bisa mengubah keadaan
14. selalu berupaya seolah ingin meninggalkan pasangannya
15. jika sedang berkonflik, tidak pernah dituntaskan namun malah pergi meninggalkan pasangan, untuk kemudian kembali lagi ; pola itu terus menerus berulang
16. mengalami depresi yang cukup serius dan membutuhkan penanganan
17. keinginan untuk bunuh diri

Karakteristik kepribadian yang umumnya dimiliki oleh abuser (pelaku kekerasan) :

1. sangat temperamental, atau sulit mengendalikan temperamen
2. kecemburuan yang tidak wajar terhadap pasangan
3. kecanduan cinta
4. mempunyai ketakutan yang berlebihan jika dirinya ditinggalkan oleh pasangan
5. mempunyai masa lalu yang traumatis, baik itu mengalami penyiksaan seksual, emosional, fisik, orang tua alkoholik, atau pun sebagai anak yang ditolak
6. mempunyai harapan yang tidak realistik
7. perilakunya sembarangan dan tidak perhitungan, seperti ngebut, mabuk-mabukan, melakukan aktivitas seksual yang abnormal dan membahayakan
8. suka mengisolasi diri namun menampilkan temperamen yang antisosial
9. tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya meskipun merugikan orang lain
10. menunjukkan sikap kejam terhadap anak atau pun binatang
11. sering mengancam untuk melakukan tindakan yang jahat
12. menyimpan rasa malu dan harga diri yang rendah
13. mengalami gangguan kepribadian co-dependent
14. tidak mampu menghargai dan menjaga batasan-batasan interpersonal yang dibangun antara dirinya dengan orang lain atau pasangannya
15. ada tanda-tanda ketergantung obat, alkohol
16. adanya dorongan untuk menguasai dan mengendalikan orang lain, terutama pasangannya, sebagai kompensasi dari rasa rendah diri dan rasa tidak aman
17. ada tanda-tanda mengalami gangguan kepribadian bipolar, atau boderline
18. adanya peningkatan perilaku penyiksaan jika pasangan meninggalkannya (untuk kembali lagi) (jr)

to comment