Back to Moratorium Logging and Forest Conversion In Indonesian Forest

Support Moratorium Loggin in Riau, Indonesia

English below
---------------
Rekan-rekanku

Terimakasih atas dukungan yang anda berikan untuk kampanye moratorium logging dan konversi atas hutan alam Indonesia.

Sampai saat ini, berkat dukungan yang rekan-rekan berikan, Gubernur Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah mengeluarkan instruksi Gubernur (Ingub) untuk melakukan moratorium di Nanggroe Aceh. Meski, masih banyak kekurangan disana sini, namun untuk sebuah proses penyelamatan hutan alam tentu hal ini musti didukung oleh semua pihak. Kami sendiri tidak henti-hentinya memberikan support dalam bentuk asistensi teknis dan managerial kepada Nanggroe Aceh Darussalam terkait moratorium logging di Nanggroe Aceh Darussalam.

Kawan-kawan yang budiman

Pada saat ini, Gubernur Riau tengah berupaya untuk mengeluarkan peraturan Gubernur yang juga mengatur tentang moratorium logging dan konversi di hutan alam Riau. Sampai saat ini, Pergub tersebut masih bersifat tarik ulur terkait banyaknya pihak-pihak di Propinsi Riau sendiri yang merasa gerah apabila peraturan tersebut dikeluarkan.

Sekali lagi kami membutuhkan dukungan kawan-kawan. Mari kita dukung Gubernur untuk sesegera mungkin mengeluarkan Pergub Moratorium Logging di Propinsi Riau.

Dibawah ini adalah surat yang akan kami kirimkan kepada Gubernur Riau. Silahkan kawan-kawan mereply dan mencantumkan nama,profesi dan domisili kepada saya secara langsung melalui jaringan facebook ini atau via email ke QUOTERAT@GMAIL.COM

Kami akan sangat menghargai upaya kawan-kawan apabila surat ini juga di kirimkan kepada rekan-rekan lainnya.

Hormat saya

Rully Syumanda
-----------------------------

Kepada Yth

Gubernur Propinsi Riau
Bapak Drs. H.Wan Abu Bakar, MSi

Di
tempat

Bapak Gubernur yang terhormat,

Melihat bahwa hutan Riau dalam kondisi yang mengkhawatirkan dengan laju kerusakan mencapai 160 ribu hektare pertahun. Dimana kondisi ini telah menciptakan bencana ekologis yang terjadi secara berulang sehingga mengancam keselamatan dan kualitas kehidupan masyarakat. Dan kami juga mengetahui bahwa 46% dari wilayah Riau merupakan wilayah bergambut yang memiliki fungsi penting sebagai carbon storage dan kondisinya berada dalam ancaman yang serius akibat pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan akasia.

Menyadari bahwa pelanggaran dan kejahatan di bidang kehutanan di Riau pada dasarnya telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Dijeratnya sejumlah perusahaan dan petinggi pemerintahan dengan pasal-pasal korupsi dan penyalahgunaan wewenang telah menunjukkan bahwa ada masalah dalam pengelolaan disektor kehutanan di Propinsi Riau yang berimplikasi pada sengketa/konflik lahan, tidak adanya kepastian hukum dan kepastian usaha di Propinsi Riau.

Bapak Gubernur yang terhormat,

Dibutuhkan upaya yang strategis untuk mengembalikan fungsi-fungsi hutan serta untuk menata kembali strategi pembangunan hutan berkelanjutan di Riau.

Terkait dengan hal tersebut dan melihat adanya upaya dari Pemerintah Riau untuk memberlakukan jeda tebang hutan di wilayah Provinsi Riau, kami memberikan dukungan kepada Pemerintah Riau untuk memberlakukan jeda tebang hutan di wilayah Provinsi Riau.

Sebagaimana anda, kami juga percaya bahwa kebijakan jeda tebang hutan riau ini akan menyelamatkan jutaan hektar hutan rawa gambut dan hutan dataran rendah lainnya yang tersisa. Dimana hutan-hutan tersebut memiliki fungsi ganda diantaranya sebagai cadangan biodiversity, penstabil iklim dan tempat dimana mesyarakat mengantunggkan kehidupannya.

Kami juga mendesak kepada seluruh jajaran Pemerintah Riau untuk dapat mengambil langkah-langkah positif untuk mendukung niat baik ini dan utamanya agar niat baik ini dapat memberikan manfaat yang nyata kepada seluruh masyarakat Riau khususnya dan Indonesia umumnya.

Kami juga mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk sesegera mungkin memfasilitasi langkah-langkah penting yang tengah diupayakan Pemerintah Riau dan melakukan replika pada kawasan-kawasan kritis lainnya untuk menjamin kesejahteraan masyarakat tempatan dan memperbaiki kembali sistem pengelolaan hutan di...

to comment